GANDRI.ORG

Mencari Solusi dan Bukan Kolusi

Latest Post

Sinyal Islam - Sejarah penuh dengan wanita yang melakukan pekerjaan besar dalam beberapa dekade terakhir. Dari mulai ilmu pengetahuan untuk seni rupa, olahraga ekstrim, hingga saat ini setiap disiplin ilmu memiliki pahlawan versi perempuan. Selalu ada ‘wanita pertama’ dalam segala hal. Malahayati adalah salah satu dari mereka.



Keumalahayati, juga dikenal sebagai Malahayati, adalah laksamana wanita pertama di dunia. Cerita dan prestasinya lebih dari sekedar mengesankan, berani, terhormat, sukses dan mengagumkan. Dia adalah teladan dan inspirasi bagi semua orang.

Malahayati hidup pada periode Kesultanan Aceh selama abad ke 15 dan abad ke 16. Dia adalah keturunan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam. Bahkan, salah satu pendiri adalah kakeknya Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah. Ayah dan kakeknya merupakan laksamana yang sangat dihormati. Malahayati tertarik dengan pekerjaan yang juga ditekuni ayahnya, dan memutuskan untuk masuk ke Akademi Militer Ma’had Baitul Maqdis setelah lulus dari pesantren. Akademi tersebut menawarkan pendidikan di Angkatan Laut dan Departemen Angkatan Darat. Setelah lulus dari sana, Malahayati menikahi cinta sejatinya, seorang perwira calon Angkatan Laut. Sayangnya ia tewas selama perang teluk Haru melawan pasukan Portugis. Malahayati bersumpah untuk membalas dendam untuk suaminya.

Bertekad melanjutkan perjuangan suaminya, dia meminta Sultan untuk membentuk armada dengan personil janda-janda Aceh. Lahirlah armada bernama ‘Inong Bale Armada’ dan Malahayati diangkat sebagai Laksamana Pertama. Dia memimpin banyak pertempuran yang berbeda melawan Belanda dan Portugis.

Pada tahun 1599 komandan Belanda Cornelis de Houtman dan saudaranya Frederick de Houtman mengunjungi Sultan untuk membangun hubungan perdagangan mereka. Mereka disambut dengan damai tapi Cornelis membawa orang Portugal sebagai penerjemah, yang merupakan penghinaan terhadap Sultan. Banyak pertempuran kekerasan diikuti di mana Malahayati adalah memimpin. Dia berhasil mengalahkan Belanda, tewas Cornelis dan dipenjara saudaranya selama dua tahun.

Pada tahun 1600 Paulus van Caerden, yang memimpin Angkatan Laut Belanda dirampok sebuah kapal dagang Aceh dan ditenggelamkan. Setahun kemudian Admiral Jacob van Neck dan teman-temannya memperkenalkan diri sebagai saudagar untuk membeli lada. Tapi setelah Malahayati menemukan bahwa mereka adalah orang Belanda, mereka ditangkap sebagai kompensasi atas perbuatan sebelumnya. Setelah beberapa bulan Maurits van Oranje memerintahkan dua utusan, Laksamana Laurens Bicker dan Gerard de Roy, untuk mengambil surat diplomatik permintaan maaf dan beberapa hadiah untuk Kekaisaran dari Aceh. Akibatnya Malahayati dan utusan membuat perjanjian demi perjanjian. Malahayati kemudian diangkat sebagai Komandan Pasukan dan Penjaga Istana. Malahayati terlibat ketika Inggris masuk Selat Malaka. Ratu Elizabeth I telah mengirim James Lancaster dengan surat untuk Sultan. Setelah ia melakukan negosiasi dengan Malahayati kesepakatan membuka rute Inggris ke Jawa.

Banyak pertempuran yang dipimpin oleh Malahayati. Dia berhasil mengalahkan Belanda, serta menewaskan Cornelis de Houtman dan memenjarakan saudaranya selama dua tahun.

Sebuah kebetulan yang luar biasa adalah cara Malahayati meninggal. Dia tewas dalam pertempuran melawan Portugis, seperti suaminya. Dewasa ini, banyak universitas, rumah sakit, jalan dan kota-kota di Sumatera yang menggunakan namanya.

Tidak ada keraguan bahwa Malahayati adalah nama besar untuk diingat. Dia adalah seorang pejuang dengan kemauan untuk mencapai apa pun.


Sumber :  https://www.islampos.com/malahayati-laksamana-muslimah-pertama-dunia-284453/

Sinyal Islam - Jika Anda memiliki kebiasaan membersihkan tempat tidur di pagi hari, mulai saat ini Anda dapat menundanya dan membersihkannya di malam hari ketika Anda akan bergegas tidur. Hal ini karena tempat tidur yang rapi dengan seprai yang terentang ketat dapat menghalangi cahaya pagi masuk ke kasur.


Akibatnya tempat tidur jadi lembab. Hal ini membuat tempat tidur Anda menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi tungau dan binatang kecil lainnya.

Seperti dilansir dari situs Glamour pada Kamis (1/10/2015), tungau pada kasur akan berkembang di temperatur yang hangat dan lembab. Rata-rata mereka berkembang biak hingga 1.5 juta jumlahnya.

Untuk mencegahnya, Anda dapat memberikan udara segar pada tempat tidur Anda dengan tetap membiarkannya tidak rapi sehingga ada celah tempat keluar masuknya udara. Dengan demikian tungau tidak dapat bertahan sampai waktu Anda tidur di malam hari.

Stephen Pretlove, peneliti kembang biak hewan mikro mengatakan, "Tungau hanya bisa bertahan pada atmosfer yang lembab. Melakukan sesuatu hal yang sederhana seperti meninggalkan tempat tidur yang belum dirapikan siang hari dapat menghapus kelembaban dari seprai dan kasur sehingga tungau akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati." ujarnya.

sumber : http://lifestyle.liputan6.com/

08.37.00


 West Bad - Jeremy Black (Free music no copyright) | GANDRI MEDIA

Musick ini cocok untuk Konten Kreator, Jadi nantinya apa bila Video kita akan di Upload ke Youtube maka tidak akan terkena Klime hak Cipta.
Watch Your Back - Jeremy Black, Free music no copyright, MUSICK FREE LICENSY YOUTUB, West Bad, Jeremy Black, Genre Dance & Elektronik, Mood Funky, Artis Jeremy Black, Durasi 3.36, Ditambahkan Agustus 2021, Musick no coppyright Dance & Elektronik, Musick no coppyright Gelap, Musick no coppyright Funky, Vlog Musick no coppyright, ===================== Kunjungi Juga Video Lainya PLAYLIST FREE MUSICK NO COPPYRIGHT
https://www.youtube.com/playlist?list=PLR20jvLZxMbH03phTen3aA94d4xRA1JoY PLAYLIST PPG 202O https://www.youtube.com/watch?v=Jj6RMMlXJBE&list=PLR20jvLZxMbE2gC7kFQuecWxtdEtjp_Du PLAYLIST TENTANG DESA KAMI https://www.youtube.com/watch?v=eWXIQ1XHC_Q&list=PLR20jvLZxMbHcN7BhIcMprRANWFaFjASt PLAY LIST KEGIATAN KEMASYARAKATAN DESA KAMI https://www.youtube.com/watch?v=0AMqgnV-qWY&list=PLR20jvLZxMbE5LBcl4dPl_HUF-NhwzGdO =====================

Banyak amalan-amalan untuk meraih ridha Allah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Bahkan amalan yang beliau ajarkan tersebut mencakup dari mulai manusia bangun hingga tertidur kembali.


http://www.gandri.org/2018/06/subhanallahada-sebuah-hikmah-di-balik.html


Salah satu amalan yang kerap dilakukan Rasulullah SAW adalah berwudhu ketika akan tidur. Namun banyak orang yang mengabaikan anjuran Rasulullah yang satu ini. Saat rasa kantuk mulai menyerang, orang lebih memilih segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dibanding wudhu terlebih dahulu.


Padahal selain bernilai ibadah, ada hikmah dan keutamaan rahasia di balik anjuran Rasulullah untuk berwudhu sebelum tidur ini. Apa saja hikmah di balik berwudhu sebelum tidur? Berikut ini adalah ulasan selengkapnya.
Berwudhu, selain bernilai ibadah ternyata juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Selain itu, ada rahasia tersembunyi yang tersimpan di balik pengamalannya. Seorang peneliti dari Universitas Alexandria, dr musthafa syahatah menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang rajin berwudhu lebih sedikit dibanding dengan mereka yang tidak berwudhu.

Tidak hanya itu, tenyata dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidun) dapat mencegah timbulnya penyakit di dalam organ tubuh tersebut. Selain menaga kebersihan tangan, rajin berwudhu juga bisa membantu menjaga kebersihan kulit, daun telinga, telapak kaki dan kesehatan tubuh.

Anjuran untuk berwudhu sebelum tidur ini mengandung nilai ibadah yan tinggi. Sebab seseorang akan tidur dalam keadaan suci. Jika sesorang tersebut dalam keadaan suci, berarti ia telah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda: “Barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah. Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.

Dengan demikian, terbuktilah bahwa berwudhu sebelum tidur merupakan salah satu anjuran nabi yang harus dikerjakan oleh manusia yang ingin memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT. Tidak hanya itu, selain keutamaan di atas, ternyata berwudhu sebelum tidur juga memiliki manfaat. Antara lain:

    Merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Hal ini bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air dikarenakan wudhu itu bisa menjadi suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karena lelahnya beraktivitas seharian. Tentu saja hal ini akan membuat tubuh menjadi rileks juga.
    Manfaat kedua  yang akan diperoleh adalah berwudhu sebelum tidut dapat mencerahkan kulit wajah. Hal ini dikarenakan berwudhu dapat menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel di kulit wajah akan senantiasa hilang apabila rajin berwudhu.
    Selain itu, orang yang berwudhu sebelum tidur akan didoakan oleh malaikat. Seperti hadist Rasulullah SAW yang telah disebutkan di atas.

Demikianlah ulasan mengenai hikmah di balik berwudhu sebelum tidur. Begitu banyak manfaat serta keutamaan yang akan diperoleh jika melaksanakan amalan ini. Untuk itu, jangan pernah malas melakukan anjuran Rasulullah SAW karena selalu ada hikmah yang baik di setiap perbuatan yang beliau lakukan.

sumber : www.infoyunik.com

Manusia itu terlahir sebagai makhluk yang tidak
tahu apa-apa. Tapi Allah memberinya akal sebagai modal untuk mempelajari ilmu. Ilmu menjadi bekal untuk beramal.

http://www.gandri.org/2016/08/apakah-melepas-jilbab-di-dalam-rumah.html


Dengan mengetahui bumbu dapur dan teknik mengolah makanan, seseorang insya Allah akan lihai dalam memasak.

Dengan kemampuan membaca, seorang anak insya Allah bisa memperluas cakrawala lewat berbagai buku.

Dengan mengetahui ilmu medis, seorang dokter insya Allah akan mampu mengobati pasien.

Dengan ilmu teknik, seorang ilmuwan insya Allah bisa membangun jembatan yang kokoh.

Demikian pula dengan ilmu agama. Hari ini mungkin kita sudah mengetahui perkara A, maka kita mengamalkannya. Kemudian esok, kita mengetahui perkara B, kemudian kita mengamalkannya. Begitulah terus hingga kita wafat. Ilmu itu bermanfaat karena berbuah amal salih. Apa gunanya ilmu kalau tidak diamalkan?

18 golongan orang

Jilbab adalah salah satu syariat Islam yang bermanfaat menjaga kehormatan wanita. Seluruh aurat ditutup dari pandangan lelaki yang bukan mahram, di mana pun itu.

Oleh sebab itu,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada para wanita beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara lelaki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, budak-budak yang mereka miliki, pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Ayat di atas merinci beberapa orang. Seorang wanita muslimah boleh melepas jilbab di hadapan mereka. Mari kita runut kembali:

Suami.
Ayah.
Ayah suami (mertua).
Putra (anak lelaki kandung).
Putra suami (anak lelaki tiri).
Saudara laki-laki.
Putra saudara lelaki (keponakan lelaki dari saudara lelaki).
Putra saudara perempuan (keponakan lelaki dari saudara perempuan).
Wanita-wanita Islam.
Budak-budak.
Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) *)
Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إَلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu
dari isteri yang telah kamu campuri. Tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. An-Nisa: 23)

Adapun pada surat An-Nisa di atas, disebutkan wanita yang menjadi mahram bagi seorang lelaki. Mari kita runut kembali.

  • Ibu.
  • Anak perempuan.
  • Saudara perempuan.
  • Saudara bapakmu yang perempuan (tante/bibi).
  • Saudara ibumu yang perempuan (tante/bibi).
  • Anak perempuan dari saudaramu yang laki-laki (keponakan perempuan).
  • Anak perempuan dari saudaramu yang perempuan (keponakan perempuan).
  • Ibu susuan.
  • Saudara perempuan sepersusuan.
  • Mertua perempuan (ibu mertua).
  • Anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri (anak tiri yang ibunya telah dinikahi oleh sang lelaki dan telah dia setubuhi dalam ikatan nikah tersebut).

Dari rincian dalam surat An-Nisa tersebut, bisa dipahami bahwa mahram bagi seorang wanita adalah:

  • Anak lelaki kandung.
  • Ayah kandung.
  • Saudara lelaki kandung.
  • Keponakan lelaki.
  • Om/paman.
  • Anak susuan.
  • Saudara lelaki sepersusuan.
  • Menantu lelaki.
  • Ayah tiri (Ibu si anak perempuan telah menikah lalu berhubungan badan dengan suami barunya tersebut. Dengan demikian, si ayah tiri telah menjadi mahram bagi si anak perempuan. Namun, bila si ibu dan suami barunya [si ayah tiri] tersebut belum berhubungan badan lalu akhirnya bercerai, maka si ayah tiri bukan mahram bagi si anak perempuan).

Untuk mengetahui di hadapan siapa saja seorang wanita muslimah boleh melepas jilbabnya, surat An-Nur: 31 dan surat An-Nisa: 23 saling melengkapi satu sama lain. Oleh sebab itu, bila kita gabungkan keduanya, maka bisa kita ketahui bahwa seorang wanita muslimah boleh melepas jilbabnya di hadapan:

  • Suami.
  • Ayah kandung.
  • Ayah suami (mertua).
  • Putra-putra (anak lelaki).
  • Putra-putra suami (anak tiri).
  • Saudara lelaki kandung.
  • Putra-putra saudara lelaki (keponakan lelaki).
  • Putra-putra saudara perempuan (keponakan lelaki).
  • Anak lelaki kandung.
  • Om/paman.
  • Anak susuan.
  • Saudara lelaki sepersusuan.
  • Menantu lelaki.
  • Ayah tiri (Ibu si anak perempuan telah menikah lalu berhubungan badan dengan suami barunya tersebut. Dengan demikian, si ayah tiri telah menjadi mahram bagi si anak perempuan. Namun, bila si ibu dan suami barunya [si ayah tiri] tersebut belum berhubungan badan lalu akhirnya bercerai, maka si ayah tiri bukan mahram bagi si anak perempuan).

Selain 14 orang mahram tersebut, ada lagi beberapa orang yang di hadapannya seorang wanita muslimah boleh membuka jilbab, yaitu:


  • Wanita-wanita Islam.
  • Budak-budak.
  • Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita).
  • Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dengan demikian, totalnya menjadi 18 golongan orang.

Berjilbab tanpa mengenal tempat

Hanya di hadapan 18 golongan di atas saja seorang wanita muslimah boleh membuka jilbabnya. Adapun di hadapan selainnya, maka aurat wajib ditutup. Itu berlaku di mana pun, tanpa mengenal tempat; di dalam maupun di luar rumah.

Jika ada lelaki non mahram di dalam rumah, sang muslimah wajib menutup auratnya agar tak terlihat oleh si lelaki. Namun jika si lelaki sudah pergi, dia boleh kembali melepaskan jilbabnya.

Contohnya dalam keseharian:

– Hindun dan suaminya kedatangan tamu, sepasang suami-istri. Hindun mesti berjilbab dan menutup auratnya ketika berada di hadapan tamunya itu.

– Zainab, ayah, dan ibunya berkunjung ke rumah kakak perempuan Zainab yang telah menikah. Selama beberapa jam mereka berada di sana. Abang ipar Zainab bukanlah mahram bagi Zainab, sehingga Zainab tetap wajib menutup aurat ketika di hadapan abang iparnya, meskipun itu di dalam rumah kakaknya sendiri.

– Sarah sedang berada di kamar ketika adik lelakinya datang bersama teman lelakinya. Mereka berdua kemudian masuk rumah dan duduk mengobrol di ruang tamu. Kamar Sarah berada di samping ruang tamu, sehingga pintu kamarnya terhubung dengan ruang tamu. Karenanya, bila Sarah ingin keluar kamar saat itu, dia wajib berjilbab dan menutup aurat karena teman adiknya sedang berada di ruang tamu.

– Maryam selalu menyapu pekarangan rumahnya setiap pagi. Pekarangan rumah itu tepat berada di tepi jalan; kendaraan lalu-lalang di sana. Dengan demikian, Maryam wajib berjilbab dan menutup aurat ketika menyapu pekarangan rumahnya.

Jadi, seorang muslimah wajib mengenakan jilbab dan menutup auratnya bila ada lelaki yang bukan mahramnya atau orang yang tidak tergolong dalam 18 golongan yang telah kita sebutkan di atas. Itu wajib dilakukan di dalam rumah maupun di luar rumah.



Catatan:

*) mengenai poin pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita (’التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَال ’) ada 3 kriterianya, yaitu:

lelaki baligh (Allah sebut rijal),
hidupnya bergantung ke orang lain (tidak bisa mandiri),
tidak memiliki syahwat terhadap wanita. Seperti orang ideot, orang impoten yang tidak punya gairah, atau orang gila. (Tafsir as-Sa’di, 566)

Sumber: wanitasalihah.com & Sinyal Islam

Bulu mata yang dikenakan di kelopak mata atau di bagian manapun pada mata, jika ia terbuat dari rambut maka tidak ragu lagi keharamannya. Karena ini termasuk perbuatan menyambung rambut, dan terdapat hadits Nabi yang berisi laknat terhadap al washilah (wanita yang menyambung rambut) dan mustaushilah (wanita yang meminta disambung rambutnya).
www.gandri.org

Jika ia terbuat dari bahan lain, namun bentuknya mirip dengan bulu mata yang terbuat dari rambut, maka hukumnya tidak berbeda. Karena orang yang melihatnya akan mengatakan bahwa ia washilah (wanita yang menyambung rambut).

Jika ia terbuat dari bahan yang selain rambut dan tidak menyerupai bulu mata yang terbuat dari rambut, maka ini hukumnya minimal makruh. Karena di sini tetap ada penyambungan. Hanya saja memang yang terlarang dalam nash adalah menyambung yang berupa rambut dan yang semakna dengannya serta yang semisalnya dengannya dalam hukum dikarenakan adanya unsur tasyabbuh. Jika ada unsur tasyabbuh (menyerupai rambut bulu mata) maka haram untuk menyambungnya apapun bahannya.

Apapun kondisinya, setiap muslimah hendaknya bertaqwa kepada Allah Jalla wa ‘ala dan hendaknya ia ridha dengan apa yang Allah takdirkan kepadanya serta ridha terhadap keadaan fisik yang Allah ciptakan untuknya.

Sumber : muslimah.or.id

21.11.00 ,

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15).

TAHUN
Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).
Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting? Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)

Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.

Sumber : tausiah-islamiah.blogspot.com

Pada suatu sore yang sepi, terlihat seorang perempuan   berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba gelap menunjukkan bahwa dia sedang berada dalam kesedihan yang dalam. Kerudungnya menutupi hampir seluruh mukanya. 
DOSA

Tanpa rias muka atau perhiasan menempel pada tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yg ramping serta roman mukanya yang ayu, tidak bisa menghapus kesan kepedihan yang sedang mengoyak hidupnya. Dia melangkah tertatih tatih mendekati kediaman tempat tinggal   Nabi Musa alaihissalam.

Diketuknya pintu pelan-pelan sembari mengucapkan salam. Maka dari dalam rumah terdengar ucapan "Silakan masuk". Perempuan   yang sedang sedih itu lalu berjalan masuk sembari kepalanya terus merunduk. Air matanya bercucuran saat dia berkata, "Wahai Nabi Alloh. Tolonglah diriku, Doakan aku  agar yang Maha Kuasa berkenan mengampuni dosa keji ku." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa AS terkejut.

"saya takut mengungkapkannya." jawab wanita tersebut
"Katakanlah jangan ragu-ragu...!" bujuk Nabi Musa.
Maka wanita itupun terpatah bercerita, "Diriku...Telah berzina." Hati Nabi Musa tersentak mendengarnya.

Lalu wanita itu melanjutkan, "dari perzinaan tersebut aku  pun hamil. Setelah anak itu lahir, aku langsung mencekik lehernya hingga tewas ", kata perempuan   itu seraya menangis dengan keras.

Nabi musa sangat murka lalu menghardik," wanita keji, minggat engkau  asal sini...!!! Agar siksa Allah tidak jatuh ke pada rumahku sebab perbuatanmu. Pergiii...!". Teriak Nabi Musa mengusir perempuan itu.

Perempuan   berwajah ayu itu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur...dia segera bangkit dan  melangkah keluar. Beliau terantuk-antuk ke luar dari pada rumah Nabi Musa. Ratapan tangisannya amat memilukan. Ia tidak tahu  kemana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tidak tahu kemana dia harus pergi. Bila seseorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana dengan manusia lain ?

 Terbayang dalam benaknya betapa besar  dosanya, betapa durjana perbuatannya. Perempuan itu tidak tahu bahwa setelah dia pergi dari rumah Nabi Musa, Malaikat Jibril turun mengunjungi Nabi Musa.
Sang Malaikat  Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau  tidak menerima seorang perempuan   yang hendak bertaubat dari dosanya?

Tidakkah kamu memahami dosa yang lebih besar/dasyat daripadanya ?"

Nabi Musa kaget. "Dosa apakah yg lebih dasyat daripada kekejian wanita pezina dan  pembunuh tersebut ?" Maka Nabi Musa dengan serius bertanya kepada Jibril.

"Apakah benar ada dosa yang lebih besar/dasyat daripada si perempuan   yang nista itu?"
"ada...!!!!" Jibril menjawab dengan tegas.
"Dosa apa itu?" tanya Nabi Musa.

"Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan  tanpa menyesal. Orang tersebut dosanya lebih akbar/besar dari pada 1000 kali berzina".

Mendengar penjelasan malaikat Jibril Nabi Musa kemudian buru buru memanggil perempuan   tersebut untuk kembali kepadanya. Beliau mengangkat tangan menggunakan khusuk untuk memohonkan ampunan pada Allah untuk wanita tadi.

Nabi Musa sekarang menyadari, orang yg meninggalkan sembahyang dengan sengaja serta tanpa penyesalan ialah sama saja seperti berpendapat bahwa shalat itu tidak wajib  serta tidak perlu atas dirinya. Berarti orang itu seakan-akan menganggap remeh perintah Allah Ta ala, bahkan seolah-olah menduga Allah tidak punya hak untuk mengatur serta memerintah hamba-Nya.

Sedang orang yang bertobat dan  meratapi dosanya  berarti masih memiliki iman didadanya serta percaya bahwa Allah maha pengampun . Itulah sebabnya ilahi selalu mau menerima kedatangan hamba yang bertaubat.

Dikutip asal kitab   30 kisah teladan - KH. Abdurrahman Arroisy -  pada hadist Nabi sholallohu alaihi wasallam disebutkan : Orang yang meninggalkan shalat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar tujuh puluh kitab Al-Qur'an, membunuh tujuh puluh nabi dan berzina dengan ibunya pada dalam Ka'bah.

Dalam hadist yg lainnya disebutkan bahwa orang yg sengaja meninggalkan sholat hingga terlewat waktu, lalu ia mengQodonya, maka dia akan menerima siksa di neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah  80 tahun. 1 tahun terdiri berasal 360 hari, sedangkan 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.

Demikianlah catatan,  Dosa Yang Lebih Besar dari Zina dan Membunuh Bayi,  semoga menjadi pelajaran bagi kita serta ada niat buat melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah....aamiin.

Sumber : suaranetizen.com

Setiap manusia di dunia ini selalu berusaha untuk mengumpulkan amal kebaikan untuk bekal di akhirat kelak, tetapi ternyata ada orang yang tetap berpahala meski berhenti beramal. Sungguh beruntung bagi hamba yang istimewa seperti ini karena Allah telah menjamin pahalanya meskipun dia sudah berhenti beramal. Siapakah orang yang beruntung ini?



Inilah Golongan Orang yang Pahalanya Terus Mengalir Meski Sudah Berhenti Beramal
Setiap muslim berlomba-lomba untuk menanam kebaikan dan beramal untuk bekal di akhirat kelak karena Allah SWT telah mempersiapkan pahala dalam Islam yaitu tempat terindah surga bagi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya, selain itu Allah juga telah menyiapkan neraka bagi hamba yang membangkang dan selalu berbuat dosa.

Banyak muslim yang melakukan berbagai ibadah dan sibuk beramal tetapi tidak mendapatkan pahala, mengapa demikian? Alasan utamanya adalah karena tidak ikhlas melakukan amal dan hanya ingin dipuji oleh orang lain. Sedangkan ada seorang muslim lainnya yang justru telah berhenti melakukan amal tetapi malaikat tetap mencatat amal kebaikannya seperti biasanya tanpa menguranginya meskipun sedikit. Siapakah orang-orang yang beruntung ini?

Dalam hadits Nabi telah diceritakan bahwa malaikat akan tetap mencatat amal baik atau pahala seseorang meskipun dia telah berhenti melakukan amal tersebut, orang-orang ini adalah orang yang sedang sakit dan pada kondisi sehat mereka telah banyak melakukan amal kebaikan dengan ikhlas dan semata-mata hanya untuk Allah SWT, inilah pahala menurut Islam.


Allah SWT telah menjamin pahala bagi setiap hamba-Nya yang selalu bertaqwa dan beramal sholeh dengan ikhlas tanpa mengharapkan pujian dari orang lain. Seseorang yang telah terbiasa melakukan ibadah dan amalan kebaikan dengan ikhlas maka Allah akan menjamin pahalanya meskipun dia telah berhenti beramal karena sakit.

Dalam hadits nabi itu telah dijelaskan bahwa malaikat melapor kepada Allah karena tidak mendapati seorang hamba yang biasa melakukan ibadah dengan ikhlas karena dia sedang terbaring sakit sehingga malaikat tidak adapat mencatat amal kebaikannya. Maka Allah SWT menyuruh kedua malaikat-Nya untuk tetap mencatat amal kebaikan yang telah dilakukan oleh hamba-Nya ini ketika dia sedang sehat selama masa sakitnya hingga meninggal dunia. Sungguh beruntung bagi manusia yang selalu terbiasa melakukan amal kebaikan karena Allah SWT akan tetap menjamin pahalanya meskipun dia telah berhenti melakukan amal kebaikan dan tercatat sama persis seperti saat masih sehat, inilah hikmah sakit menurut islam.

Maka dari itu sebaiknya sebagai seorang muslim kita harus membiasakan diri melakukan amal kebaikan dengan ikhlas tanpa mengharap pujian dari orang lain dan semasa sehat hendaknya kita memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Sakit bukanlah hal yang sangat menyakitkan karena Allah SWT telah memberikan kenikmatan dalam sakit kepada setiap manusia yang terbiasa melakukan amal kebaikan semasa sehatnya dengan menjamin pahala atas semua amal kebaikan yang dilakukannya hingga dia sembuh atau meninggal dunia.

Sakit bukanlah sesuatu yang harus kita sedihkan, sebagai seorang muslim kita harus selalu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan baik dalam kondisi sehat maupun sakit karena dalam setiap keadaan itu terdapat pelajaran yang bisa kita peroleh. Sakit merupakan sarana untuk meminta ampunan atas semua dosa-dosa yang telah kita perbuat dan sebagai media untuk melatih kesabaran dan juga sebagai media untuk mensyukuri kenikmatan Allah yang diberikan saat kita sehat.

Demikian informasi seputar golongan orang yang tetap berpahala meski berhenti beramal, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung itu.

sumber : www.kabar-subuh.blogspot.com

sinyalislam

WONDHOEZ

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget