Mencari Solusi dan Bukan Kolusi

June 2016

Apa yang anda tau Tentang Kucing..? Yach Kucing adalah salah satu hewan lucu yang begitu menggemaskan. Hewan berbulu ini hidup disekitar lingkungan kita, serta biasanya dipelihara oleh manusia, tetapi terkadang mereka juga hidup dengan mencari makan sendiri atau mandiri di berbagai tempat dan Lokasi. Sering kita jumpai kucing kerap didapati diberbagai tempat. Misalnya di depan rumah, di warung-warung, pasar, ruang perkantoran serta lain sebagainya. Biasanya kehadiran mereka seringkali dianggap mengganggu, sehingga harus diusir agar menjauh dari keramaian manusia. Padahal Sebenarnya Taukah Kita Pesan apakah yang sebenarnya di bawa Oleh si Kucing Tersebut..?
meong

Ketika di datangi Kucing kucing saat beraktivitas, misalnya saat tengah makan. Beberapa diantara kita mungkin memberikan makan, namun  malah kadang ada yang mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu. Lebih sadist lagi cara mengusirnya dengan Menendang dan perbuatan Kejam lainya......! Termasuk yang manakah Anda..?


Jika mengalami kondisi ini, jangan tergesa-gesa untuk mengusir hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW itu. Berfikirlah sejenak kenapa kucing itu mendatangi anda serta bukan orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau tanda? Berikut 3 tanda jika kucing datang kepada kita serta bukanlah orang lain.

Pertama
Kedatangan kucing merupakan pertanda kalau Allah SWT mengingatkan kita tentang inti berikan. Semua rejeki yang kita dapatkan bukanlah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang seharusnya kita keluarkan.

Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi. Tanpa menunaikan hal semacam ini, pasti kita sebagai umat Islam belum menjalankan semua aturan harus yang perlu ditegakkan.
Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima juga harus dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Artinya dalam makanan yang kita santap, ternyata ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah.

Kedua
Memberi makanan pada makhluk Allah termasuk kucing merupakan satu kebaikan. Sesuai dengan firmannya, Allah akan melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan lainnya. Terlebih bila kita memberikan dengan ikhlas dan tak terpaksa.

Bila berbuat baik pada manusia, seseorang kerap menginginkan ada balasan serupa dari orang lain. Namun tak demikian bila manusia berbuat baik pada kucing. Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang sudah kita berikan terhadapnya. Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasanya berikan dengan penuh keikhlasan. Aksi berikut yang seharusnya dilakukan manusia saat memberi sesuatu kepada orang lain.

Ketiga
Allah sedang memberitahu jika kita tak memberi makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikan pada kita. Rejeki itu luas bukan hanya sekedar duit, namun meliputi semua kehidupan. Semoga kita semuanya termasuk yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.

sumber : http://islamidia.com




Empat tahun sudah Suami istri ini menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri? kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.

Suami Yang Sholeh 

Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. Mohon bersabar pak, kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil.
"Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepada istri saya, Dok". pinta sang suami.
"Maksud Anda?". Dokter pun kaget sambil bertanya
"Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul".
Dokter pun menjawab :
"Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah"
Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.
Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak-kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.
"Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan 'kasihan yang wanita shalihah itu... Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul...' Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya". kata sang istri kepada suaminya.

Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya.

"Ini ujian dari Tuhan sayang Kita perlu bersabar...".
Mendengar nasehat tersebut, emosi istri sedikit mereda.
"Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku..."
Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal.

"Ini semua gara-gara kamu..." kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit.

"Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku...!". sambungnya.

Sang suami tidak menjawab. Ia terus menyabarkan sang istri. Setelah itu, ia pun mengabari sang istri bahwa beberapa hari ke dapan ia akan berangkat ke luar negeri.

"Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?". kata wanita itu dengan nada tinggi.

"Iya...".

Esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.

"Ini tugas dinas, Sayang... dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu...".

Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.

"Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri...!".

Mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.

Dengan izin Tuhan, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan subhanalloh... Alloh swt maha segalanya. Karena yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali. Sungguh kalo alloh swt berkehendak, sesuatu yg mustahil menjadi kenyataan. Rupanya setelah Operasi Ginjal tersebut rahim sang istri menjadi subur kembali.
Selang beberapa waktu setelah kesembuhan dan peristiwa itu. Kehidupan keduanya normal biasa saja bersama anak yang manis menghiasi hari hari mereka.

Hinggaa Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.
Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata yang mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yang tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yang ia temui. Ia kesal dengan suaminya yang pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.

Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.
Semoga bermanfaat...

Hikmah ceriya di atas adalah....
Silahkan fikirkan sendiri...
Sumber : ayo-bagikan.blogspot.com

http://www.gandri.org/2016/06/khutbah-idul-fitri-1437-h-menguatkan.html
KHUTBAH IDUL FITRI 1437 H
MENGUATKAN EMPAT KOMITMEN
Drs. H. Ahmad Yani
Ketua LPPD Khairu Ummah, Sekretaris Bidang Dakwah PP DMI
Penulis 36 Judul Buku Manajemen Masjid, Dakwah dan Keislaman  

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan kenikmatan beribadah kepada kita, khususnya pada bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui, bahkan ibadah shalat Id kita pada pagi ini.  Karenanya kita berharap semoga semua itu dapat mengokohkan ketaqwaan kita kepada Allah swt dalam menjalani sisa kehidupan kita di dunia. Ketaqwaan yang membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi amat mulia dihadapan Allah swt.  

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Sedih dan gembira merupakan dua perasaan yang menyatu pada diri kita hari ini. Sedih karena Ramadhan terasa cepat berlalu, padahal momentumnya belum kita maksimalkan untuk mengokohkan ketaqwaan pribadi, keluarga dan masyarakat.  Meski begitu, kita juga gembira karena semoga dengan berakhirnya Ramadhan kita dapat kembali menjadi insan yang suci dari segala noda dan dosa.

Setelah Ramadhan berakhir, diantara yang harus kita lakukan adalah memperkuat dan membuktikan komitmen kita terhadap empat hal yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga dan kemasyarakatan.

Pertama, komitmen kepada Allah swt sebagai Tuhan yang benar. Setiap kita tentu sudah memahami bahwa menuhankan Allah swt tidak cukup hanya dengan pernyataan, tapi harus kita buktikan dengan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan ketentuan Allah swt. Ramadhan kita akhiri dengan gema takbir, tahlil dan tahmid, suatu penegasan dari kita bahwa kepada Allah swt kita perkuat komitmen ketuhanan. Bila kita sudah memiliki komitmen kepada Allah swt, segala keterikatan kepada yang lain kita sesuaikan dengan keterikatan kepada Allah swt. Kita bisa belajar dari seorang sahabat Saad bin Abi Waqash yang dengan tegas berkata kepada ibunya yang mogok makan karena protes atas keislamannya: “Seandainya ibu punya seratus nyawa, ibu mati, hidup lagi dan mogok makan lagi hingga mati, lalu hidup lagi, saya tidak akan keluar dari Islam.”

Komitmen yang kuat kepada Allah swt membuat kita akan menyesuaikan diri dengan segala ketentuan-ketentuan-Nya. Allah swt berfirman:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (QS Al Jatsiyah [45]:18).

Satu hal yang harus kita waspadai bahwa banyak orang mengaku beriman kepada Allah swt, tapi ternyata tidak mau komitmen kepada segala ketentuan-Nya. Ini merupakan keimanan yang tidak ideal, bahkan bisa jadi tidak diakui oleh Rasulullah saw, dalam satu hadits beliau bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
Tidak beriman seseorang diantara kamu sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (syari’at Islam). (HR. Thabrani).

Ibadah puasa Ramadhan yang baru saja kita lewati mendidik kita agar memiliki kekuatan komitmen kepada Allah swt, dan ini harus kita buktikan keberhasilannya.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Kedua, yang harus kita kuatkan adalah komitmen untuk selalu menjaga kemuliaan pribadi, keluarga dan masyarakat dengan akhlak yang mulia. Satu hal yang harus kita sadari bahwa sekarang ini diantara masyarakat kita banyak yang menunjukkan akhlak yang tercela, bahkan sangat tercela dan amat rendah. Fakta yang diberitakan oleh berbagai media massa semakin mengkhawatirkan, bahkan mencekam perasaan kita semua, apalagi diperkuat dengan data yang tidak perlu kita ragukan. Pornografi yang bertubi-tubi menyerang generasi kita telah menunjukkan hasilnya yang sangat menakutkan mulai dari pergaulan bebas tanpa batas antara pria dengan wanita, perzinahan yang merajalela, pengguguran kandungan yang semakin banyak, hingga pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan, bahkan yang amat memilukan adalah sampai ada bapak menzinahi anaknya hingga anak menzinahi ibunya, naudzubillah, ada apa dengan masyarakat kita sekarang, mengapa semua ini harus terjadi?.

Karena itu, rasa malu untuk melakukan yang tercela membuat kita dapat mempertahankan kemuliaan pribadi, keluarga dan masyarakat, dan ini berpangkal dari keimanan dan keterikatan yang kokoh kepada Allah swt, Rasulullah saw bersabda:
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلِايْمَانِ
Malu itu cabang dari iman” (HR. Bukhari).
Antara keimanan dengan rasa malu merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dan tidak boleh dipisah-pisahkan, seperti dua sisi mata uang yang tidak diakui dan tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Bila malu tidak ada pada jiwa seseorang yang mengaku beriman, maka pada hakikatnya ia tidak beriman, paling tidak pada saat rasa malu itu tidak dimilikinya, Rasulullah Saw bersabda:
اِنَّ الْحَيَاءَ وَاْلِايْمَانَ قُرِنَا جَمِيْعًا فَاِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَخَرُ
Sesungguhnya malu dan iman dua hal yang digandeng, tak dapat berpisah. Bila salah satunya diambil, yang lain akan ikut terambil (HR. Hakim dan Baihaki).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Jamaah Shalat Id Yang Dimuliakan Allah.

Ketiga, komitmen untuk selalu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan orang lain. Kehidupan masyarakat kita sekarang harus berhadapan dengan begitu banyak persoalan, mulai dari kesulitan ekonomi, mendidik anak dan keluarga hingga pengaruh negatif dari kemajuan informasi dan komunikasi. Setiap kita seharusnya bisa menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekecil apapun peran yang bisa kita mainkan, minimalnya adalah bisa memecahkan persoalan sendiri. Bila kita bisa pecahkan persoalan orang lain di dunia ini, kitapun akan mendapat pemecahan masalah di akhirat, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَعَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ
Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya (HR. Muslim).

            Ketika Rasulullah saw dan para sahabat hijrah ke Madinah, para sahabat Madinah siap membantu dan mengatasi kesulitan sahabat dari Makkah. Saad bin Rabi yang orang Madinah menawarkan setengah harta bahkan satu isterinya bisa saja diceraikan agar bisa menikah nantinya dengan Abdurrahman bin Auf. Tawaran yang menarik itu tidak diterima oleh Abdurrahman, ia lebih suka diantar ke pasar agar bisa melakukan usaha dan ternyata dalam hitungan hari di Madinah, Abdurrahman sudah bisa mandiri dari sisi ekonomi, bahkan ia bisa menikah dengan wanita Madinah dengan mahar sekitar 15 gram emas. Ini menunjukkan bahwa, Abdurrahman ingin bisa menyelesaikan persoalan dirinya sebelum bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan orang lain. 

            Pelajaran yang dapat kita ambil adalah setiap kita harus berusaha untuk bisa keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi, namun bila tidak mampu, kitapun jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain. Ketika ketika bisa memberi solusi atas persoalan lain meskipun hanya berupa saran dan pendapat, maka itu sudah termasuk sedekah, dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda:
وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِىْءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ
Bimbinganmu untuk orang yang lemah pandangannya adalah sedekah bagimu (HR. Tirmidzi).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Rahimakumullah

Komitmen Keempat yang harus kita kuatkan serbagai muslim adalah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Untuk melaksanakan ketiga hal di atas, salah satu yang harus mendapat porsi besar dari kita semua adalah menjadikan dan mengembalikan masjid sebagai sarana dan fungsi tarbiyyah (pendidikan dan pembinaan). Selama Ramadhan, ikatan batin kita dengan masjid telah kita perkuat, karenanya mulai hari ini kita pelihara penguatan itu. Paling tidak ada dua aspek yang harus dipertajam dalam konteks masjid sebagai sarana dan fungsi tarbiyyah, ini amat memerlukan perhatian dan kerjasama antar pengurus dan jamaah masjid. Pertama, aspek keilmuan, masjid harus menjadi pusat ilmu dan jamaah kita jangan sampai menjadi orang awam yang tidak punya pemahaman tentang ajaran Islam. Karena itu, jamaah harus memberi tahu kepada pengurus masjid tentang apa yang belum dipahami dari ajaran Islam dan pengurus masjidpun harus mencari tahu, apa yang belum dipahami oleh jamaahnya dari ajaran Islam. Selanjutnya ini menjadi kurikulum pengajian dan khutbah sehingga jamaah kita harus betul-betul memahami ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh. Pemahaman yang baik tentang Islam menjadi amat mendasar, karena setiap muslim sangat dituntut untuk beramal shaleh, dan darimana orang bisa beramal shaleh bila memahami tentang apa yang harus diamalkan saja tidak tahu.

Kedua, aspek pembentukan karakter. Jamaah kita jangan sekadar punya pemahaman tentang Islam, tapi harus terbentuk karakter sebagaimana mestinya. Ketika ilmu mengajarkan bahwa tamu harus dihormati, maka karakter jamaah kita menunjukkan penghormatan kepada tamu. Ketika ilmu mengajarkan bahwa sayangi keluarga, maka tidak ada kekerasan dalam keluarga serta hal-hal yang bisa merusak fisik dan mentalnya, anggota keluarga saling berusaha untuk bisa masuk surga sama-sama. Ketika ilmu mengajarkan bahwa kita harus saling menghormati, maka penghormatan satu dengan lainnya dapat terwujud indah sehingga tidak ada konflik, penganiayaan, kezaliman dan permusuhan. Ketika ilmu mengajarkan mencari rizki secara halal, maka praktiknya tidak akan menghalalkan segala cara, apalagi sampai mencari pembenaran secara hukum agar sesuatu yang tidak halal seolah-olah menjadi halal, dan begitulah seterusnya. Atas semua ini, Rasulullah saw bersabda:
اَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ
Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak dimanfaatkannya (HR. Thabrani dari Abu Hurairah ra).

            Oleh karena itu, Rasulullah saw membina para sahabat melalui masjid sehingga lahirlah generasi terbaik sepanjang zaman dari masjid itu. Masjid dan mushalla kita seluruh Indonesia hampir 1 juta jumlahnya, yang menjadi pertanyaan kita adalah masyarakat seperti apa yang sudah kita hasilkan dari jumlah masjid yang begitu banyak?, ini merupakan koreksi untuk kita bersama agar bisa memperbaiki kondisi masyarakat melalui masjid. Setelah Ramadhan berakhir, pengurus dan jamaah masjid harus segera melakukan konsolidasi agar masjid-masjid kita bertambah makmur, manfaatkan semua sumber daya yang dimiliki jamaah agar menjadi maslahat atau kebaikan dan kemajuan bersama.

            Demikian khutbah Idul Fitri kita hari ini, semoga nilai-nilai Ibadah Ramadhan dapat kita lestarikan dalam kehidupan sehari-hari yang membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah swt. Akhirnya, marilah kita akhiri khutbah id kita hari ini dengan sama-sama berdoa:
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا.
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.
 اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Aamiin....!

Ummat Islam di Indonesia harus bersyukur melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan ini dalam situasi aman. Pasalnya, kita di sini menjalani ramadhan tanpa huru-hara peperangan. Berbeda dengan seorang anak yang tinggal di Ghaza. Dia harus rela berjuang dengan keras untuk menjalani hari-hari.
uang untuk ibu dan adik

Dilansir laman persis.or.id, Rabu (15/6/16), anak yang tinggal di Gaza itu menjual coklat di tepi jalan dan enggan pulang ke rumah karena dia belum menjual habis dagangannya. Ketika ditanya, mengapa tidak pulang, dia menjawab “aku tidak mau pulang, sebelum membawa sedikit uang untuk ibu dan adik ku”.

Jika di sekeliling kita, banyak anak-anak yang menjalani harinya dengan enak tanpa harus memikirkan cara mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit pula yang makan dengan mubazir. Namun, di belahan bumi yang lain, ternyata ada ratusan ribu anak yang harus berjuang demi membantu keluarganya. Tak sepadan dengan usianya, namun karena kenyataan harus memaksanya demikian.

Sungguh kita sudah sepatutnya mensyukuri kehidupan yang kita jalani sekarang, karena ternyata banyak saudara kita yang jauh lebih buruk kondisinya. Mari doakan saudara muslim yang berada di belahan bumi Allah manapun agar selalu di lindung-Nya dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Amiin.


Sumber  :sinyalislam

Halo shobat, Alhamdulillah Segala puji bagi Alloh swt Atas segala Rahmat dan Nikmat yang sampai saat ini kita Terima. Sholawat dan salam mari kita sanjungkan kepada Nabi Junjungan Alam Nabi Muhammad sholaullohu alaihi wasalam yang kita nantikan safaatnya hingga akhir jaman kelak. Aamiin.
Lama gak update karena kebetulan admin sedang ada keperluan Ofline sehingga tidak bisa aktif online dan menulis lagi.
Di sore malam yang bahagia ini saya hanya ingin mengucapkan Marhaban yaa ramdhan. 
Sejak sore mungkin kita semua menanti nanti sidang isbhat yang biasa di siarkan secara life di televisi. tetapi pada tahun ini agaknya kita tidak akan lagi menyaksikan hal yang seperti itu. kaena ternyata sidang Isbhat Penentuan Tanggal 1 Ramadhan di lakukan secara tertutup. 
tetapi bukan berarti kita tidak akan mengetahuinya, karena setelah sidang selesai Menteri Agama melakukan Siaran Pers seperti biasa yang kita saksikan sebagai Kesimpulan sekaligus Pengumuman Di Media Elektronika terkait Awal Ramadhan 1437 Hijriah.
http://www.wondhoez.web.id/2016/06/puasa-ramadhan-1437-h-bertepatan-pada.html

Kementerian Agama menggelar sidang isbat secara tetutup untuk menentukan awal Ramadan 1437 Hijriah atau 2016 M. Dalam sidang tersebut diputuskan bahwa awal puasa jatuh pada hari Senin 6 Juni 2016. 

"Maka atas dasar perhitungan hisab dan laporan, maka seluruh peserta isbat menyepakati pada malam hari ini kita sudah masuk Ramadan, maka secara mufakat bahwa puasa 1 Ramadan 1437 H akan dimulai besok hari, Senin 6 Juni 2016," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat jumpa pers di Gedung Kemenag, Jakarta, Minggu (5/6/2016) malam.

Sidang tertutup itu dihadiri Ketua Umum MUI Maruf Amin, para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pakar ilmu falak. Mereka sejak sore tadi telah membahas tentang hasil pantauan hilal di sejumlah daerah di Indonesia hingga menyepakati putusan tersebut.

Dengan ditetapkannya 1 Ramadan 1437 H jatuh pada Senin 6 Juni 2016, pada malam ini umat Islam dapat melaksanakan salat Tarawih.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya juga telah memutuskan bahwa awal Ramadan jatuh pada 6 Juni 2016. Keputusan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (liputan6)

Akhir kata, Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa bagi Umat Islam di mana saja berada. Semoga amal ibadah kita di terima alloh swt serta Kita selalu di beri kesehatan Lahir dan Bathin sehngga Bbsa lancar dalam melaksanakan Ibadah yang hanya setahun sekali ini dengan Khusu' tanpa halangan suatu apaun. aamiin...!

"ATAS NAMA PRIBADI DAN KELUARGA MENGUCAPKAN
MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN KAMI"

WONDHOEZ

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget